Sabtu, 04 Mei 2013

DEFINISI OPERASIONAL VARIABEL


Muhammad Fatkhur Raukhi
07408141018
Manajemen-A
Riset Pemasaran


Definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau “mengubah konsep-konsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain” (Young, dikutip oleh Koentjarangningrat, 1991;23). Penekanan pengertian definisi operasional ialah pada kata “dapat diobservasi”. Apabila seorang peneliti melakukan suatu observasi terhadap suatu gejala atau obyek, maka peneliti lain juga dapat melakukan hal yang sama, yaitu mengidentifikasi apa yang telah didefinisikan oleh peneliti pertama. Sedangkan definisi konseptual, definisi konseptual lebih bersifat hipotetikal dan “tidak dapat diobservasi”. Karena definisi konseptual merupakan suatu konsep yang didefinisikan dengan referensi konsep yang lain. Definisi konseptual bermanfaat untuk membuat logika proses perumusan hipotesa.
Komponen Penyusunan Definisi Operasional adalah;
  1. Variabel
  2. Definisi
  3. Hasil Ukur
  4. Skala Data
  5. Cara ukur
VALIDITAS
            Validitas adalah suatu indeks yang menunjukkan alat ukur itu benar – benar mengukur apa yang diukur. Validitas atau ‘kesahihan’ menunjukkan berapa dekat alat ukur menyatakan apa yang seharusnya diukur. Validnya suatu pengukuran dipengaruhi oleh bias pengukuran. Makin besar bias pengukuran, makin kurang valid pengukuran tersebut. Kesahihan alat ukur berskala numeric dilakukan dengan membandingkan dengan alat ukur yang baku sebagai penera. Kesahihan alat ukur berskala nominal dapat dinilai dengan membandingkannya dengan alat diagnostic yang terbaik (gold standar) dan dapat dinilai spesifitas serta nilai predileksinya.
            Untuk meningkatkan kevalidan suatu pengukuran perlu diupayakan peningkatan kesahihan antara lain :
  • Melakukan pemeriksaan tanpa setahu obyek
  • Melakukan pemeriksaan tanpa identitas obyek
  • Kalibrasi alat secara berkala.
            Dalam penelitian terdapat dua validitas utama yaitu validitas internal dan validitas eksternal. Validitas internal didefinisikan sebagai validitas dimana hubungan dua variable bersifat kausal. Validitas internal menunjukkan apakah hasil studi terbebas dari kesalahan acak, bias dan factor perancu. Dengan kata lain apakah asosiasi yang diperoleh benar-benar hanya dipengaruhi oleh kedua variable yang diteliti. Suatu penelitian dengan validitas internal yang tinggi mempunyai nilai bias, kesalahan acak serta pengaruh factor perancu yang nol atau minimal. Sebaliknya, penelitian dengan kesahihan interna yang rendah menunjukkan terdapatnya bias, kesalahan acak serta factor perancu sehingga asosiasi yang ada mungkin disebabkan oleh hal selain variable yang diteliti.
            Tingkat validitas internal dipengaruhi oleh faktor – faktor seperti :
  • History, karena factor eksternal mempengaruhi hasil penelitian
  • Maturasi, adana perubahan dalam diri responden karena perubahan waktu
  • Testing/pengujian yang mempengaruhi responden dalam menjawab pertanyaan yang diberikan
  • Alat ukur yang berkaitan dengan pergantian alat ukur selama penelitian dilakukan
  • Seleksi yang merupakan akibat yang mempengaruhi hasil penelitian karena prosedur proses pemilihan responden
  • Mortalitas atau efek karena hilangnya responden yang sedang diteliti karena alasan tertentu.
            Validitas eksternal didefinisikan sebagai tingkatan dimana hasil–hasil penelitian dapat digeneralisasi ke dalam populasi, latar penelitian dan kondisi lainnya yang mirip dan waktu yang berbeda. Kesahihan eksternal menunjukkan berapa baik hasil penelitian tersebut dapat diterapkan pada populasi yang luas. Dari sample yang diteliti ke populasi target adalah kesahihan eksterna I, sedangkan dari populasi target sampai ke populasi lebih luas lagi merupakan kesahihan eksterna II. Suatu penelitian baru dapat mempunyai kesahihan eksterna yang baik apabila ia mempunyai kesahihan interna yang baik. Penelitian dengan kesahihan interna yang buruk tidak mungkin mempunyai kesahihan eksterna yang baik sehingga pertanyaan tentang validitas eksterna tidak lagi relevan.
Validitas eksternal dibagi menjadi :
  • Validitas populasi : suatu hasil penelitian dikatakan mempunyai validitas populasi jika sample yang dipilih mempunyai kemampuan untuk digeneralisasi ke tingkat yang lebih besar.
  • Validitas ekologi : hasil penelitian mempunyai validitas ekologi jika hasil studi dapat digeneralisasi ke dalam latar penelitian yang berbeda.
  • Validitas temporal : suatu studi dikatakan mempunyai validitas temporal jika hasilnya digeneralisasi ke dalam waktu yang berbeda.
REABILITAS
            Reabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran itu tetap konsisten atau tetap asas bila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap obyek yang sama dengan menggunakan alat ukur yang sama.
            Ketepatan alat ukur memberikan pengaruh pada kekuatan penelitian. Pengukuran yang makin tepat pada besar sample yang ditentukan mempunyai nilai yang baik dalam memperkirakan nilai rata – rata atau mean serta untuk menguji hipotesa. Keandalan suatu pengukuran dipengaruhi oleh kesalahan acak (random eror), apabila kesalahannya makin besar berarti pengukuran tersebut kurang andal.
Strategi untuk meningkatkan keandalan dalam pengukuran adalah :
  • Standarisasi cara pengukuran
  • Pelatihan pengukur
  • Penyempurnaan instrument untuk mengurangi variabilitas pengukuran
  • Automatisasi
  • Pengulangan pengukuran.
            

Tidak ada komentar: